Home
rahasia langsing

eat-stop-eat“Mereka yang gemuk cenderung dikuasai oleh makanan. Mereka cenderung fokus pada berapa banyak atau sering makan dan melekatkan label baik atau buruk pada makanan tertentu. Hasilnya, makanan selalu ada di otak mereka.” menurut David L. Katz, MD, associate professor kesehatan masyarakat dari Yale University berdasarkan penelitian membuktikan bahwa orang langsing tidak sefaham soal makanan dengan orang gemuk. “Orang langsing punya hubungan yang harmonis dengan makanan,”

Demikian ini kami rinci ada 8 kesefahaman orang langsing mengenai makanan dan kebiasaannya yang melatar belakangi kenapa bisa langsing.


1. Senang bergerak

Rata-rata orang yang langsing tidak malas dan senang gerak badan. Itu kata peneliti di Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, AS.

Contohlah mereka: Sebagian besar pekerja kantor menghabiskan waktu 16 hingga 20 jam sehari hanya duduk. Pakailah pedometer dan ketahuilah apakah Anda sudah melangkah lebih dari 10 ribu sehari. Anda harus mengombinasikan 30 menit olahraga dengan kegiatan sehat seperti naik tangga, menyapu, atau mengepel untuk membakar ekstra kalori.
 

2. Punya kontrol diri

Para peneliti dari Tufts University menemukan bahwa hal terbesar yang membuat kita jadi gemuk adalah perilaku tak terkendali.

Contohlah mereka: Saat berada di sebuah pesta, katakanlah pada diri sendiri untuk makan seperempat porsi saja, makan dessert hanya separuh saja.
 

3. Jangan gunakan makanan untuk mengobati lara hati

Ini bukan berarti orang langsing kebal dengan makan untuk mengobati sakit hati. Mereka hanya tahu kapan harus berhenti makan.

Contohlah mereka: Tambahkan kata “berhenti” di otak Anda untuk berhenti makan. Saat marah, sedih, kesepian, pilih makanan rendah kalori. Buang rasa kesal itu dengan berolahraga karena kegiatan ini bisa mengenyahkan rasa marah. Kesepian? Cari teman atau jalan-jalan ke mal.
 

4. Puaskan, bukan kenyangkan perut

Dari skala 1 sampai 10, orang langsing berhenti makan di angka 6 atau 7, kata Jill Flemming, penulis buku Thin People Don’t Clean Their Plates. Sementara sebagian besar orang berhenti di skala 8 atau 10. Mengapa? Itu karena Anda menyamakan sensasi kenyang dengan kepuasan atau merasa kurang jika berhenti duluan. Atau Anda terbiasa menghabiskan apa saja yang ada di piring, tak peduli sebenarnya Anda sudah kenyang.

Contohlah mereka: Ketika makanan sudah habis separuh, letakkan sendok dan gunakan skala 1 sampai 10 untuk menilai kekenyangan Anda. Lakukan lagi setelah lima suapan. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran Anda selama makan. Bonusnya, acara makan Anda jadi lebih lambat.
 

5. Lebih banyak buah

Orang langsing rata-rata makan lebih dari satu sajian buah dan makan lebih banyak serat dan kurang lemak dibanding orang gemuk. Itu hasil penelitian yang dipublikasikan di Journal of the American Dietetic Association tahun 2006.

Contohlah mereka: Berikan pada diri sendiri potongan buah segar sebagai camilan paling tidak tiga sajian sehari.
 

6. Punya kebiasaan baik

Variasi jenis makanan memang baik, tetapi kalau terlalu banyak malah justru menyebabkan kita makan berlebihan. “Orang langsing memiliki kebiasaan makan yang baik dan terencana,” kata Beck.

Contohlah mereka: Cobalah punya pola makan konsisten setiap hari. Contohnya, pagi hari sarapan seral, makan salad dan kentang saat makan siang, dan seterusnya. Boleh-boleh saja mengganti menu keesokan harinya dengan nasi dan ayam bakar ditambah lalapan.
 

7. Sadarilah bahwa rasa lapar itu bukan sebuah tanda gawat darurat

Sebagian besar orang gemuk memandang kelaparan sebagai penyakit yang harus cepat diobati. “Jika takut kelaparan, Anda malah cenderung makan berlebihan untuk menghindarinya,” ujar Judith S.

Beck, Ph.D, penulis buku Beck Diet Solution. Toleransilah rasa lapar karena rasa lepar itu selalu datang dan pergi.

Contohlah mereka: Cobalah untuk menyibukkan diri sehingga waktu makan siang terlambat sejam. Atau cobalah lewatkan makan camilan siang dalam satu hari. Anda bakal menemukan diri baik-baik saja.
 

8. Tidur nyenyak

Orang langsing tidur dua jam lebih banyak dalam seminggu, kata peneliti di Eastern Virginia Medical School. Para peneliti berteori bahwa kurangnya istirahat tidur terkait dengan rendahnya hormon penekan nafsu makan.

Contoh mereka: Tambahan tidur dua jam seminggu berarti hanya menambah waktu tidur 17 menit sehari. Artinya, ini mudah bagi orang yang sibuk. Tambahkan waktu tidur sedikit demi sedikit hingga Anda bisa tidur 8 jam sehari.

 

rahasia-langsing1Bukan hanya bagi wanita, bagi pria, berat badan berlebih bisa merenggut kepercayaan diri dan memberikan perasaan tidak nyaman, selain tentunya memperbesar risiko penyakit.

Berat badan yang ideal pada dasarnya dicapai dengan cara mengurangi asupan     kalori dibanding yang dikeluarkan. Namun, selain itu, ada tip-tip langsing yang dapat anda coba dari berbagai belahan dunia berikut ini.

 

1. Inggris

 

Salah satu strategi yang diambil warga Inggris adalah mengurangi porsi makanan. Karena itu, jika kebetulan Anda berada di restoran cepat saji di negeri tersebut, pelayan tidak akan menanyakan apakah french fries pesanan Anda dalam porsi besar atau kecil.

 

2. Jerman

Menurut survei, 75 persen orang Jerman sarapan di rumah setiap hari. Menu sarapan biasanya terdiri dari sereal atau roti serelia utuh. Kebiasaan sarapan bukan hanya membuat kalori yang diasup saat siang lebih sedikit, tetapi juga membantu konsentrasi.

 

3. Perancis

Menurut survei, 92 persen keluarga di Perancis makan bersama dengan keluarga setiap hari. Waktu makan merupakan waktunya berkomunikasi. Karena itu, mereka juga mengisi acara makan bersama itu dengan berbincang-bincang. Strategi ini ternyata akan berpengaruh pada makanan yang diasup. Dengan kata lain, karena lebih banyak ngobrol, mereka makan lebih sedikit.

 

4. Belanda

Jumlah sepeda di Belanda ada 18 juta, melebihi jumlah penduduknya yang hanya 16,5 juta. Namun, tidak seperti penduduk di negara lain yang sesekali bersepeda, 54 persen orang Belanda menjadikan bersepeda sebagai bagian dari rutinitas, misalnya, untuk ke kantor atau belanja. Rata-rata orang Belanda menempuh ruti 541 mil setiap tahunnya.

Iklan-Gabung-Langsing


5. Brasil

Orang-orang Brasil tetap langsing karena mereka menyukai makanan tradisional berupa nasi yang dimasak bersama kacang merah. Penelitian dalam jurnal Obesity Research menemukan, makanan tersebut tidak hanya rendah lemak, tetapi juga tinggi serat.

 

6. Polandia

Mayoritas orang Polandia hanya menghabiskan 5 persen dari anggaran mereka untuk makan di luar. Selain lebih sehat, makan bersama di rumah juga bermanfaat untuk meningkatkan ikatan antarkeluarga.

 

7. Thailand

Masakan ala Thailand tergolong dalam makanan yang paling pedas walau makanan lokal di Tanah Air sebenarnya tidak kalah. Capcaisin dalam cabai diketahui akan meningkatkan metabolisme. Namun, keuntungan utama dari makanan pedas adalah membuat kita makan lebih lambat. Dengan demikian, tubuh akan lebih cepat mengirimkan sinyal kenyang ke otak.

 

8. India

Yoga selama ini dianggap sebagai olahraga untuk meredakan stres serta meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan. Padahal, orang yang berlatih yoga biasanya memiliki berat badan lebih rendah dibanding orang yang tidak berolahraga. Yoga juga bermanfaat untuk meningkatkan metabolisme dan kesadaran diri, termasuk perhatian penuh pada apa yang kita makan.

 

9. Jepang

Meski warganya terkenal akan kesibukannya yang tinggi, tetapi mereka selalu menyisihkan 20-30 menit waktunya untuk tidur siang. Tidur yang cukup diketahui bermanfaat untuk menekan hormon lapar, yakni leptin. Makin kurang jam tidur Anda, makin tinggi level leptin dan ghrelin.

 

10. Meksiko

Orang Meksiko biasanya makan dalam porsi besar di siang hari, yakni pukul 14.00 sampai pukul 16.00, dan mengurangi porsi makan di malam hari.

 

 
Powered by Tags for Joomla
Baner
Hakcipta © 2013 LANGSING SPEKTAKULER-TURUN 5-12KG/30 HARI>Diet Sehat Alami Aman Natural. Semua Hak Dilindungi.
Joomla! adalah perangkat lunak gratis yang dirilis dibawah lisensi GNU/GPL.